Minggu, 17 April 2016

Berawal Dari Hobi, Ciptakan Bisnis Kerajinan Kertas

Berawal Dari Hobi, Ciptakan Bisnis Kerajinan Kertas

Berawal Dari Hobi, Ciptakan Bisnis Kerajinan Kertas
Berawal Dari Hobi, Ciptakan Bisnis Kerajinan Kertas
Suatu ketika di akhir tahun 2010, Dewi Kucu melihat sebuah paper cutting sederhana di sebuah majalah fashion. Dewi memperhatikan sangat, kira-kira bagaimana cara membuatnya. Dan kebetulan keponakannya saat itu ada yang akan berulang tahun, terbesitlah dalam pikirannya untuk membuat paper cutting itu sebagai kado yang personal.

Awalnya tidak ada niatan bagi Dewi untuk menjadikan paper cutting sebagai bisnis, hanya sebagai hobi dan sebagai kado untuk kerabat atau keluarga. Tapi kemudian ada teman dan keluarga yang memesan, yang setiap tahunnya jumlah pesanan terus bertambah. Sampai akhirnya di tahun 2014 Dewi memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya di kantor dan menjadi full-timer seniman kertas dan mendirikan bisnisnya yang bernama cutteristic. Lulusan Arsitektur Universitas Tarumanagara ini terbiasa menggunakan cutter dan berbagai material kertas dan karton untuk membuat maket bangunan. Dan untung, pekerjaannya terdahulu banyak membantunya mengembangkan bisnis paper cutting.
Pengalaman bekerja di sebuah perusahaan furniture Vinoti Living yang menangani produk home accessories selama empat tahun membantunya dalam mengolah produk dengan memberikan nilai tambah sehingga bernilai jual tinggi. Dari pemilihan material, packaging dan presentasi. “Di Vinoti Living pula saya belajar fotografi dan dunia digital marketing, disana saya belajar pentingnya memasarkan produk melalui online”katanya.

Dewi keluar dari Vinoti Living di tahun 2012 dan masuk ke perusahaan distributor buah segar, Sunpride sebagai Digital Marketing Manager. Di tahun itu, wanita cantik ini membuat website yang berisi dokumentasi karya-karya beserta keterangan produk dan harga. Latar belakang sebagai fotografer jugalah yang membuat Dewi dapat mendokumentasikan karyanya dengan baik agar produk dapat lebih dipahami oleh masyarakat

“Selain itu sedari kecil saya sudah menyukai berbagai macam kerajinan tangan, seperti menjahit, menyulam, merajut, origami, paper quilling, menggambar dan lainnya. Mungkin dari sana tangan saya sudah dilatih untuk mengerjakan pekerjaan tangan yang rumit dan detail yang memerlukan ketekunan yang diperlukan dalam membuat paper cutting” tuturnya.

Terkait tentang nama Cutteristic sendiri, Dewi bercerita kata itu berasal dari cutter dan characteristic. Dewi berujar setiap karya seni potong kertas memiliki karakteristiknya masing-masing melalui pesan yang ingin disampaikan melalui bentuk pola yang unik dan tingkat kerumitan di dalam proses pembuatannya. Design dapat menjadi sangat rumit ataupun sederhana tergantung dari keinginan seniman dan dapat berupa lukisan realistic ataupun abstrak.





0 komentar:

Posting Komentar